Paulinho’s kembali ke kancah sepakbola utama eropa

Jun 30th

Karir Paulinho sempat mengalami kegagalan ketika dirinya berlaga di Tottenham Hotspur sampai dua musim yang lalu. Akan tetapi, sekarang angin malah berbalik dan dirinya kini menjadi incaran Barcelona.

Kembalinya Paulinho ke Kancah Sepakbola Utama Eropa

Kembalinya Paulinho ke Kancah Sepakbola Utama Eropa

Guangzhou Evergrande, klub Paulinho sekarang, kabarnya tengah bernegosiasi dengan Barca terkait upaya tim Catalan ini untuk mendatangkan dirinya. Hanya saja, Barca cenderung keberatan untuk mengeluarkan uang sebesar 35 juta poundsterling, sesuai dengan klausul pelepasan pemain berusia 28 tahun tersebut.

Paulinho kembali berada dalam level permainan terbaik yang membuatnya kembali terpanggil oleh timnas Brazil. Pertanyannya banyak pihak tentu saja, bagaimana mungkin pemain Brazil ini bisa kembali bangkit setelah berlaga di kompetisi seperti liga Cina? Ada banyak hal yang ternyata menciptakan berbagai perubahan bagi seorang Paulinho.

Kedatangan Paulinho ke Spurs kabarnya menjadi rekor pembelian pemain bagi klub di kala itu, disaat yang sama Spurs juga menciptakan rekor pemain termahal dunia melalui penjualan Gareth Bale ke Real Madrid. Akan tetapi, setelah menjalani 30 penampilan di Premier League musim 2013/2014, Paulinho justru hanya tampil sebanyak 15 kali di Premier League musim berikutnya. Ia menutup karir di Spurs hanya dengan tampil sebanyak tiga kali di Premier League.

Penunjukan Mauricio Pochettino sebagai pelatih Spurs membuat tim ini bermain dengan variasi yang baru di sektor tengah. Pochettino lebih menyukai pemain seperti Christian Eriksen yang mampu agresif menyerang dengan skill tinggi, sementara mempercayakan pemain seperti Mousa Dembele, Ryan Mason, dan Nabil Bentaleb yang rela turun ke belakang untuk menjadi benteng di lini tengah.

“Pochettino datang dan Saya tidak banyak bermain. Saya hanya bermain paling banyak empat pertandingan di posisi kesukaan Saya dan terkadang sebagai pemain nomor 10,” ungkap Paulinho. “Pochettino punya pilihannya sendiri dan pada saat itu ia berpikir bahwa Saya bukanlah pilihan terbaik untuk dirinya. Tapi Saya memang berpikir jika ia memberikan Saya kesempatan di posisi Saya, maka Saya akan bisa meyakinkan dirinya.”

Paulinho kemudian pindah ke Cina dan bertemu lagi dengan manajer Luiz Felipe Scolari, manajer yang membawanya ke skuad Brazil di Piala Dunia 2014. Paulinho mendapatkan posisi sebagai starter bersama Scolari dengan tampil sebanyak 30 pertandingan di posisi nomor 6 pada tahun 2016. Sebanyak delapan gol berhasil ia sarangkan sekalipun hanya bermain dari sektor tengah.

Scolari, tentu saja senang melihat keberhasilan Paulinho membuktikan kualitasnya. Ia juga bangga melihat liga Super Cina ternyata mampu mengeluarkan kemampuan terbaik dari para pemain yang berlaga di dalamnya, setelah banyaknya anggapan sebagai liga sumber uang semata.

“Paulinho tidaklah masuk dalam daftar pemain timnas, tapi ia berjuang untuk mendapatkan posisinya kembali. Itulah mengapa Saya sangat bangga dengan liga Super Cina,” ujar Scolari. “Jadi salah untuk mengatakan kalau liga Cina itu hanyalah untuk para pemain yang ingin mengakhiri karir. CSL tampak kompetitif dan mampu memberikan para pemain kesempatan bagi para pemain untuk kembali membela negara mereka.”

Post Categories: Berita Bola Comment is closed.